Travelling : Dari Menjaga Kelangsungan Hidup hingga Menjadi Pelepas Penat
|
Hai semuanya, kali ini
travel addict akan membahas travelling. Sebenarnya apa sih travelling itu? Yang
jelas travelling yang akan kita bahas bukanlah travelling dalam olahraga bola
basket ya, hehe.
Travelling menurut
kamus berarti melakukan sebuah perjalanan jauh. Travelling bisa juga diartikan
sebagai perjalanan baik menggunakan kendaraan atau tidak, membawa barang atau
tidak ke sebuah tempat tertentu. Sedangkan orang yang melakukan perjalanan
tersebut disebut traveler.
Para penggiat travelling umumnya adalah orang-orang
yang haus akan rasa adrenalin dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.
Selain itu, para traveler professional memiliki rasa cinta terhadap alam
sehingga tak jarang mereka akan memilih untuk bepergian ke alam bebas seperti
air terjun, pantai, bukit atau gunung.
Nah, mimin telah membahas sedikit tentang travelling.
Tapi, sebenarnya kalian udah tahu nggak sih mulai kapan travelling itu ada?
Kalau belum tahu, mimin kasih tahu nih sedikit tentang perkembangan travelling
dari masa ke masa.
Pada awalnya orang
melakukan travelling/perjalanan jauh untuk tujuan tertentu yang berkaitan
dengan kelangsungan hidup mereka. Hal ini bermula ketika masa purba. Naluri
orang purba yang ingin mencari tempat dimana mereka bisa hidup nyaman dan aman
mendorong mereka melakukan sebuah perjalanan. Mereka melakukan perjalanan baik
secara individu maupun berkelompok. Mereka akan melakukan perjalanan jauh
ketika mereka tidak lagi menemukan kenyamanan pada tempat yang mereka tinggali
pada saat itu, bisa karena kehabisan bahan makanan hingga ancaman dari hewan
buas.
Kegiatan ini terus
berlangsung hingga manusia mulai menemukan berbagai teknologi yang mempermudah
mereka melakukan perjalanan seperti jalan, sepeda, gerobak dan masih banyak
lagi. Dengan adanya teknologi tersebut membuat tujuan dari perjalanan jauh
semakin berkembang. Pada masa kekaisaran Cina kuno, selain untuk menemukan tempat
baru yang nyaman dan aman, perjalanan jauh bertujuan untuk mengunjungi sanak
saudara yang berada pada tempat lain karena pada masa itu, manusia sudah mulai
menetap pada suatu tempat dan apabila tempat itu sudah penuh, maka mereka akan
migrasi ke tempat lain. Hal ini juga berlaku pada peradaban Romawi dan Mesir
kuno. Selain itu, perjalanan tersebut terkadang juga digunakan untuk melakukan
kegiatan perdagangan dengan wilayah lain sehingga kebutuhan hidup mereka
terpenuhi. Namun, tak jarang perjalanan tersebut digunakan untuk melakukan
perluasan wilayah kekuasaan para kerajaan-kerajaan besar dengan menaklukkan
kerajaan-kerajaan lain yang berada diluar wilayah mereka.
Memasuki abad ke 7,
perjalanan melalui jalur laut mulai dilakukan. Perjalanan ini dipelopori oleh
Laksamana Cheng Ho dari kekaisaran Cina. Cheng Ho beserta anak buahnya berlayar
di sepanjang Samudra Hindia hingga Laut Cina Selatan. Cheng Ho akhirnya bertemu
dengan kerajaan-kerajaan besar di sepanjang perjalanannya melewati kawasan
Indochina. Perjalanan tersebut ia abadikan dalam bukunya. Buku inilah yang
mengubah peta dunia pada saat itu. Dengan buku ini, kerajaan-kerajaan lain di
Eropa juga mengirimkan pelaut-pelautnya untuk ditugaskan mengeksplorasi
tempat-tempat yang belum mereka kunjungi sebelumnya. Dari mulai Marcopolo,
Magelhaens dengan teori bumi bulatnya hingga penemuan benua Amerika oleh
Christoper Columbus.
Perjalanan ini terus
dilakukan hingga saat ini. Namun, pada era modern ini, perjalanan tersebut
tidak hanya untuk mempertahankan hidup atau kepentingan primer saja, tapi juga
sebagai kebutuhan sekunder guna memuaskan rasa haus masyarakat akan kesenangan.
Saat ini, perjalanan tersebut digunakan oleh masyarakat untuk memperoleh
kepuasan pribadi. Umumnya, mereka melakukan kegiatan ini ketika masa libur
panjang telah tiba atau sekedar pada akhir pekan saja setelah mengalami 5 hari
kerja yang sangat melelahkan. Bahkan, saat ini kegiatan ini juga digunakan
sebagai profesi tetap.
Oke, sekian dulu dari
admin tentang travelling, sampai jumpa di post selanjutnya!


Comments
Post a Comment